Berapa Biaya Membuat Website? Ini yang Sebenarnya Kamu Bayar

Setiawan Chogah
Penulis: Setiawan Chogah - Founder & Digital Strategist dezain.in

Ketika seseorang ingin membuat website, salah satu pertanyaan pertama yang biasanya muncul adalah: “Berapa harganya?”

Pertanyaan tersebut wajar.

Masalahnya, biaya membuat website tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk semua kebutuhan. Website company profile sederhana tentu berbeda dengan toko online, sistem booking, LMS, atau website dengan fitur khusus.

Itulah sebabnya kamu mungkin menemukan penawaran website dengan harga jutaan rupiah di satu tempat, sementara di tempat lain bisa mencapai puluhan juta.

Apa sebenarnya yang membuat harganya berbeda?

Domain dan Hosting

Dua komponen dasar yang hampir selalu ada adalah domain dan hosting.

Domain adalah alamat website, misalnya namabisnis.com. Sementara hosting merupakan tempat berbagai file website disimpan agar dapat diakses melalui internet.

Keduanya biasanya memiliki biaya tahunan.

Untuk proyek website yang dikerjakan dezain.in, pembelian dan setup domain serta hosting dapat termasuk dalam biaya tahun pertama sesuai paket yang dipilih.

Setelah tahun pertama, pengelolaannya dapat dilanjutkan sendiri oleh klien atau dibantu kembali oleh dezain.in.

Desain Website

Website bukan hanya kumpulan informasi.

Cara informasi ditampilkan sangat memengaruhi pengalaman pengunjung.

Desain menentukan bagaimana halaman terlihat, bagaimana navigasi bekerja, bagaimana tombol ditempatkan, bagaimana informasi diprioritaskan, dan bagaimana website tampil di perangkat mobile.

Karena itu, biaya website juga dipengaruhi oleh tingkat kebutuhan desain.

Website dengan struktur sederhana tentu membutuhkan proses yang berbeda dibandingkan website dengan banyak halaman, animasi, katalog, atau pengalaman pengguna yang lebih kompleks.

Fitur yang Dibutuhkan

Ini salah satu faktor terbesar dalam menentukan harga website.

Company profile sederhana mungkin hanya membutuhkan halaman Beranda, Tentang Kami, Layanan, Portofolio, dan Kontak.

Tetapi bagaimana jika website membutuhkan:

  • katalog produk,
  • keranjang belanja,
  • pembayaran online,
  • booking,
  • membership,
  • formulir khusus,
  • dashboard pengguna,
  • LMS,
  • integrasi API,
  • atau sistem administrasi?

Semakin banyak fungsi yang harus bekerja di dalam website, semakin panjang pula proses pengembangannya.

Karena itu, membandingkan harga website hanya dari jumlah halaman sering kali tidak cukup.

Konten Juga Memerlukan Pekerjaan

Ada hal yang sering terlupakan ketika membicarakan harga website: konten.

Website membutuhkan teks, foto, ilustrasi, produk, profil perusahaan, informasi layanan, dan berbagai materi lainnya.

Jika semua materi sudah disiapkan klien, proses produksi tentu lebih sederhana.

Tetapi jika penyedia jasa juga diminta membantu menyusun copywriting, mengolah gambar, membuat struktur konten, atau memasukkan ratusan produk, pekerjaan yang dibutuhkan menjadi lebih besar.

SEO Bukan Sekadar Menambahkan Kata Kunci

Website yang sudah online belum tentu mudah ditemukan di mesin pencari.

Ada pekerjaan SEO yang bisa dilakukan sejak awal, mulai dari struktur halaman, heading, metadata, URL, optimasi gambar, internal linking, hingga kualitas konten.

Untuk kebutuhan tertentu, SEO bahkan dapat menjadi pekerjaan berkelanjutan.

Karena itu, penting membedakan antara website yang dibuat untuk online dan website yang sejak awal disiapkan agar lebih mudah ditemukan dan dikembangkan.

Maintenance Setelah Website Online

Pekerjaan tidak selalu berhenti ketika website sudah diluncurkan.

WordPress, plugin, tema, keamanan, backup, konten, dan berbagai komponen lain mungkin membutuhkan perhatian dari waktu ke waktu.

Namun tidak semua website membutuhkan maintenance dengan intensitas yang sama.

Website sederhana yang jarang berubah tentu berbeda kebutuhannya dengan website berita, toko online, atau sistem yang digunakan setiap hari.

Karena itu, maintenance sebaiknya dibicarakan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar dijadikan biaya tambahan yang otomatis muncul setiap bulan.

Jadi, Berapa Budget yang Harus Disiapkan?

Tidak ada jawaban tunggal.

Cara paling sehat adalah menentukan apa yang ingin dicapai terlebih dahulu, kemudian menyesuaikan fitur dan pengerjaan dengan anggaran yang tersedia.

Website Rp4 juta bisa sangat tepat untuk sebuah bisnis jika kebutuhannya memang sederhana.

Sebaliknya, memaksakan sistem kompleks dengan anggaran yang terlalu kecil justru berpotensi menghasilkan website yang tidak mampu menjalankan fungsi yang dibutuhkan.

Jadi, jangan hanya bertanya:

“Berapa harga websitenya?”

Coba mulai dengan pertanyaan:

“Apa yang sebenarnya perlu website ini kerjakan?”

Dari situlah biaya yang masuk akal bisa ditemukan.

Karena website yang baik bukan yang paling mahal.

Website yang baik adalah yang sesuai kebutuhan, bisa digunakan, dan memberikan nilai yang sepadan dengan investasi yang dikeluarkan.

Bagikan
Founder & Digital Strategist dezain.in
Follow:
Setiawan Chogah adalah founder dezain.in yang telah mengerjakan berbagai kebutuhan digital sejak 2018. Ia percaya solusi digital yang baik bukan hanya soal terlihat menarik, tetapi juga harus mudah digunakan, relevan dengan kebutuhan, dan benar-benar membantu pekerjaan berjalan lebih sederhana.